Wednesday, February 6, 2008

 

Hati-hati dengan Fokus Anda, Ia Akan Jadi Kenyataan

ou are what you focus on. Kira-kira begitulah yang dimaksudkan oleh Joe Vitale dalam bukunya The Attractor Factor. Fokus anda akan jadi kenyataan. Masalahnya, fokus kita itu sering ke arah mana? Ke arah yang negatif atau positif. Secara tidak sadar kita sering berfokus ke yang negatif.

Kalau kita fokus kepada yang negatif, pasti itu akan jadi kenyataan. Kita sering tanpa sengaja memfokuskan perhatian kepada yang negatif. Mungkin itu sudah nature-nya kita atau pengkondisian dari lingkungan. Secara otomatis kita akan selalu fokus kepada yang negatif. Contohnya: Anda mengalami kendala untuk memulai usaha. Alasannya adalah waktu yang terikat dengan urusan kantor. Kenyataan yang akan terjadi adalah, anda tidak akan pernah memulai karena fokus anda adalah kepada ALASAN yang pada akhirnya akan menjadi penghambat anda untuk maju bertindak.

Kita fokus kepada masalah, yang terjadi adalah masalah semakin bertambah. Fokus kepada alasan, maka akan semakin banyak hambatan yang dihadapi. Fokus kepada kekurangan, maka kita akan semakin kekurangan. Begitulah kekuatan pikiran ini mengarahkan kita kepada yang kita pikirkan. Pikiran bawah sadar kita tidak bisa membedakan yang negatif atau positif. Baginya, semua adalah positif. Kalau tidak percaya, coba ikuti tes berikut ini: Saya ingin anda TIDAK membayangkan gajah. Apa yang terjadi? Pikiran anda pasti membayangkan gajah.

Kebalikan dengan itu, kalau kita fokus kepada yang positif, itu pun akan jadi kenyataan. Kalau kita fokus untuk menjadi kaya, kita akan jadi kaya. Kalau kita fokus kepada gaya hidup sehat, kita akan sehat. Kalau kita fokus kepada mencintai, kita akan dicintai. Kalau kita fokus kepada memberi, kita akan menerima. Kalau begitu, sebaiknya mulai saat ini kita harus bertekad untuk selalu memfokuskan pikiran kita kepada yang positif: kaya, sehat, bahagia, senang dan sebagainya.

Sayangnya lingkungan kita selalu mengarahkan kita kepada yang negatif. Mulai dari lingkungan keluarga, kerja, bahkan pemerintah pun tanpa sengaja selalu mengarahkan pikiran kita kepada yang negatif dan pesimis. Coba saja anda ikuti berita di koran, tv, radio. Berapa persentase berita negatif atau positif? Pasti kebanyakan yang negatif. Kalau begitu berhentilah nonton tv, baca koran, dengar berita radio yang isinya negatif itu. Keluarga dan teman-teman juga sering membawa kita kepada yang negatif. Komentar-komentar negatif dan umpatan-umpatan kekecewaan sering kita dengar dari lingkungan pergaulan sehari-hari. Kalau begitu, tinggalkan saja teman atau lingkungan yang seperti ini. Minimal, bentengi pikiran kita agar tidak tercemari pikiran negatif itu. Selanjutnya, cari lingkungan baru yang positif, produktif dan saling mendukung.

Saya pun sering tanpa sadar terjebak kepada pikiran negatif. Kalau sudah masuk kepada pikiran seperti ini, rasanya seperti menarik pikiran negatif lainnya. Badan pun rasanya seperti lelah dan lemas. Amarah dan pikiran negatif itu rupanya menyedot energi tubuh kita. Jika sudah terjadi seperti ini, biasanya saya segera tersadar akan kesalahan fokus ini. Segera saya balikkan pikiran menjadi positif. Hati pun kembali tenang. Tubuh pun kembali berenergi.

Ayo, mulai saat ini fokuskan perhatikan kepada yang positif. Bergaullah dengan orang-orang positif. Baca, dengar, lihat yang positif. Arahkan pikiran hanya kepada yang positif. Ubah yang negatif jadi positif. Berhentilah langganan koran. Jangan nonton berita tv. Mulailah baca buku yang positif. Berlanggananlah bacaan-bacaan yang positif yang isinya adalah peluang, solusi, inovasi, dan inspirasi sukses. Sekarang juga. Jika yang masuk ke otak kita positif, yang keluar pun pasti positif.

Wassalam,


Roni,

www.roniyuzirman.com

Comments: Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]